1. HOME
  2. PERSIPURA

Ketum Persipura: Penangguhan regulasi pemain U23 rugikan tim

Kondisi seperti ini sama sekali tidak dibahas saat penetapan regulasi sebelum kompetisi dimulai, namun tiba-tiba penangguhan

©2017 Merdeka.com Editor : Ibnu Siena | Jum'at, 07 Juli 2017 06:46

Kota Jayapura - Merdeka.com Ketua umum tim Persipura Jayapura Benhur Tommy Mano berpendapat, bahwa penangguhan regulasi pemain U23 yang dilakukan oleh pengelola Go Jek Traveloka Liga I sangat merugikan tim.

"Apa yang dilakukan oleh Liga Indonesia Baru dengan menangguhkan regulasi pemain U23 hingga 30 Agustus 2017 adalah janggal, tidak konsisten dan sewenang-wenang. Hal ini juga merugikan tim karena persiapan yang kami lakukan berdasarkan regulasi awal, walaupun sejak awal regulasi itu dipertanyakan banyak pihak, termasuk kami dan klub peserta lainnya," katanya.

Menurut Benhur bahwa kondisi seperti ini sama sekali tidak dibahas saat penetapan regulasi sebelum kompetisi dimulai, namun tiba-tiba penangguhan ini muncul dengan alasan yang tidak jelas.

"Mereka (Liga Indonesia Baru) bilang karena jumlah pemain dari klub yang dipanggil ke timnas tidak merata, nah ini kan pernah dibahas dulu dan mereka bilang itu resiko, harus dilihat kepentingan nasionalnya, tapi sekarang berubah," katanya.

Disampaikan juga bahwa penerapan regulasi pemain U23 adalah untuk pembinaan pemain muda, dan hal ini diikuti oleh tim Persipura dengan menyiapkan tim memberikan porsi kepada pemain muda.

"Eh, mereka malah ubah. Kalau pembinaan berarti harus merata, kalau seperti ini berarti pemain yang tidak dipanggil ke timnas tidak mendapatkan menit bermain, dan pembinaan jadi terputus, pemain muda diabaikan, yang dipentingkan hanya pemain yang dipanggil timnas, dimana unsur pembinaannya," katanya dengan nada bertanya.

Lebih lanjut, BTM yang juga Wali Kota Jayapura itu mengatakan bahwa kenapa harus sewenang-wenang dengan aturan. Padahal saat penerapan regulasi pemian U23 dan "marquee player" hampir semua klub pertanyakan hal itu.

"Termasuk kami tidak setuju, tapi itu dipaksakan dan kami pasrah saja, kami ikuti. Sekarang, entah dengan maksud dan tujuan apa tiba-tiba mereka tangguhkan regulasi pemain U23 itu, sama sekali tidak ada pembicaraan atau diskusi dengan klub atau tim, ini namanya sewenang-wenang," ucapnya.

"Bagaimana kompetisi level tertinggi ini bisa berkualitas kalau seperti ini, harus diingat bahwa pemenang kompetisi akan mewakili Indonesia juga diajang Asia dan di AFC tidak ada regulasi yang diatur semaunya atau di tengah perjalanan dirubah-rubah. Sayang sekali kalau terus seperti ini, mau dibawa kemana sepak bola kita. Kami tidak tahu setelah ini apalagi yang akan diubah," sambungnya.

(IS)
KOMENTAR ANDA
TERPOPULER
Pariwisata