1. HOME
  2. KABAR KOTA JAYAPURA

Walikota: Di pasar mama-mama Papua yang baru, jangan ada togel

“Terserah kalian mau lempar saya dengan sayur, tomat, mau maki saya silakan, tapi togel tetap tidak boleh ada di dalam pasar.

©2017 Merdeka.com Reporter : Anwar Khumaini | Jum'at, 29 September 2017 17:25

Kota Jayapura - Merdeka.com Wali Kota Jayapura dengan tegas mengatakan agar di pasar mama-mama asli Papua yang baru, jangan ada yang berjualan togel.

Hal ini disampaikan Wali Kota Jayapura, Benhur Tomi Mano saat menerima puluhan mama-mama pedagang asli Papua, yang didampingi solidaritas pedagang asli Papua atau Solpap, di aula Sian Soor, kantor Balai Kota, Rabu 27 September 2017.

“Terserah kalian mau lempar saya dengan sayur, tomat, mau maki saya silakan, tapi togel tetap tidak boleh ada di dalam pasar. Ini negeri saya dan tanah saya, yang maki saya Tuhan akan membalas saudara. Pemerintah hadir bukan untuk menyengsarakan rakyatnya. Sebaliknya Pemerintah hadir untuk memberikan pelayan kepada rakyat nya,” ucap Wali Kota dengan nada tegas.

Wali Kota, mengungkapkan pihaknya dalam waktu dekat akan segera mengoperasikan pasar mama-mama asli Papua yang baru, dijalan percetakan negara tersebut.

“Sampai saat ini kami masih menunggu kepastian dari Pokja Papua terkait kapan mama-mama ini diperbolehkan berdagang, untuk urusan tanah, mama-mama tidak usah pikir, itu menjadi tanggung jawab saya sebagai kepala pemerintahan di kota ini, sekaligus sebagai anak adat pemilik negeri Port Numbay,” ucapnya,

Wali Kota mengatakan, pihaknya sampai saat ini masih menunggu pelimpahan surat hibah dari pusat. Pasar ini dibangun oleh Presiden Jokowi. Pemkot Jayapura masih menunggu pelimpahan surat hibahnya.

Sementara itu sejumlah mama-mama pedagang asli Papua dalam pertemuan tersebut mempertanyakan sejumlah hal, baik kepastian kapan akan segera dioperasikan, perlunya koperasi, fasilitas di dalam pasar yang perlu diubah dan akses jalan masuk dan keluar kendaraan.

"Bapak Wali Kota kami minta pasar pagi di dalam hanya boleh berjualan di pagi hari, agar malam jangan mereka berjualan lagi, sehingga jualan kami tidak laku terjual. Kami juga minta agar kami mama-mama berjualan di bawah atau melantai, di pasar yang baru ini kami pakai meja tembok ini tidak sesuai,” tegas mama Sabinat Tigi.

(AK/AK)
KOMENTAR ANDA
TERPOPULER
Pariwisata