1. HOME
  2. KABAR KOTA JAYAPURA

Rakernas XII: Perempuan harus punya kompetensi mumpuni dalam pembangunan

"Keikutsertaan perempuan dalam pembangunan tidak lagi wacana, juga harus diberi ruang seluas-luasnya agar mereka dapat tunjukkan kompetensi."

©2017 Merdeka.com Reporter : Anwar Khumaini | Kamis, 14 September 2017 15:07

Kota Jayapura - Merdeka.com Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kota Jayapura evaluasi program pemberdayaan perempuan dalam Rapat Kerja Teknis XII.

"Keikutsertaan perempuan dalam pembangunan sudah tidak lagi wacana, juga harus diberi ruang seluas-luasnya agar mereka dapat menunjukkan kompetensi dan kemampuan yang mumpuni," kata Sekertaris Daerah Kota Jayapura, R. D. Siahaya, SH, MM, di Aula Sian Sioor, Kamis 7 September 2017.

Sekda berharap dengan Rakernis XII ini menjadi forum dan wadah perempuan di Kota Jayapura dalam menyatukan persepsi, pandangan, dan tujuan dalam menjalankan peran menyukseskan pembangunan dari berbagai aspek.

Pembangunan pemberdayaan perempuan pada hakekatnya dilakukan untuk meningkatkan kualitas, kuantitas, dan kemandirian perempuan melalui berbagai bidang kehidupan dan pembangunan. Agar perempuan turut berperan dalam setiap aspek kehidupan sebagai mitra laki-laki menuju kehidupan yang selaras, serasi dan seimbang, serta anak sebagai generasi penerus bangsa sebagai simbol perubahan.

Perkembangan anak sejak kecil hingga dewasa sangat berpengaruh bagi kehidupan pembangunan suatu daerah dan bangsa. Anak dapat berkembang dengan baik jika diwarnai dengan wawasan dan pengalaman pada usianya, dengan menghindari rasa ketakutan dan traumatik.

"Peran dan partisipasi perempuan dan anak adalah komponen yang menunjukkan keberhasilan pembangunan di segala bidang," katanya.

Alokasi ruang dan waktu bagi perempuan untuk berperan aktif dalam pembangunan, mengubah konstruksi posisi perempuan. Sehingga dapat disejajarkan dengan kaum lelaki.

Dengan demikian dapat menghilangkan sekat dan diskriminasi terhadap perempuan. Melalui raker DP3AKB, evaluasi program di tahun sebelumnya dapat menjadi masukkan untuk memutuskan program di tahun 2018, sekaligus ada pikiran yang dapat diintegrasikan untuk masuk ke Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).

Sehingga di tahun 2022, progres yang dicapai dalam peran aktif perempuan Kota Jayapura dapat dilihat secara terukur dan dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat.

(AK/AK)
KOMENTAR ANDA
TERPOPULER
Pariwisata