1. HOME
  2. KABAR KOTA JAYAPURA

Pemkot Jayapura gelar nikah massal, 106 calon pasangan suami istri ikut serta

106 calon pasangan suami istri dari 36 denominasi mengikuti nikah massal.

©2017 Merdeka.com Editor : Ibnu Siena | Sabtu, 26 Agustus 2017 09:31

Kota Jayapura - Merdeka.com Pemerintah Kota Jayapura melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil bekerja sama dengan denominasi gereja menikahkan sebanyak 106 calon pasangan suami istri dari 36 denominasi mengikuti nikah massal, di Gereja Pniel Kotaraja.

Sekretaris Daerah Kota Jayapura, Siahaya mengatakan, perkawinan Pencatatan Sipil memberikan manfaat dalam berbagai kepengurusan seperti akta kelahiran anak, di mana sebagai bentuk pengakuan hukum seseoran dari garis keturunan, hak warisan, kewarganegaraan dan kini menjadi fingsi statistik kependudukan yang sangta dibutuhkan setiap warga negara dalam penyelenggaraan pemerintah.

"Mengingat animo dan tingkat kesadaran warga kota jayapura dalam kepengurusan hak-hak sipil maka pemerintah Jayapura melalui disdukcapil berupaya meningkatkan pelayanan kepada warga masyarakat dengan bekerja dengan pemuka agama untuk membantu mendapatkan kepastian hukum terhadap status perkawinannya," jelasnya, Kamis (25/8) lalu.

Sementara itu, Ketua panitia pelaksana nikah massal pencatatan sipil Marice Pattinama mengatakan tujuan kegiatan ini untuk mewujudkan keluarga yang tercatat perkawinannya sesuai dengan Undang-undang perkawinan nomor 1 tahun 1974, dan terciptanya tertib administrasi dokumen kependudukan dan pencatatan sipil bagi warga kota jayapura sehingga warga masyarakat dapat memiliki rasa tanggung jawab terhadapt kepemilikan dokumen tersebut. Selain itu untuk memeriahkan HUT ke-72 Republik Indonesia tahun 2017 tingkat Kota Jayapura.

Menurutnya, nikah massal pencatatan sipil yang dilakukan ditujukan kepada warga kristen protestan, katholik hindu dan budha, yang perkawinannya sudah sah menurut masing-masing agama dan kepercayaannya namun perkawinannya belum tercatat sesuai perundang-undangan yang berlaku.

"Nikah massal ini dilakukan secara gratis, ditujuhkan kepada warga nasrani, katholik hindu dan budha, yang pernikahanya sudah sah secara agama, namun belum tercatat di catatan sipil," jelas Marice Pattinama.

(IS)
KOMENTAR ANDA