1. HOME
  2. KABAR KOTA JAYAPURA

Kemenkes-Dinkes Papua sosialisasi Gema Cermat di Jayapura

Apoteker dan tenaga kesehatan berkontribusi dalam memberikan obat yang baik

©2017 Merdeka.com Editor : Ibnu Siena | Kamis, 10 Agustus 2017 06:36

Kota Jayapura - Merdeka.com Kementerian Kesehatan (Kemenkes) bersama Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Papua mencanangkan gerakan masyarakat cerdas menggunakan obat (Gema Cermat) di di Aula Politekknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Jayapura, Jayapura. Pencanangan Gema Cermat dilakukan pada momentum sosialisasi kebijakan Direktorat Pelayanan Kefarmasian

Kepala Dinas Kesehatan Papua Aloysius Giyai mengajak petugas farmasi, apoteker dan tenaga kesehatan berkontribusi dalam memberikan obat yang baik serta memberikan kejelasan yang baik pula kepada masyarakat selaku pengguna obat.

"Saya jarang melihat petugas komunikasi cara minum obat yang baik kepada masyarakat. Tidak cukup dengan memberikan penjelasan terkait cara minum obat yang baik, tetapi harus juga disampaikan kepada masyarakat bahwa kalau tidak minum obat sampai habis nanti menimbulkan resisten atau dampaknya seperti ini," ujarnya.

Penjelasan lainnya, kata dia, kalau misalnya gejala penyakit hilang tidak boleh lagi minum obat. Misalnya, golongan obat antibiotik atau golongan obat analgesik, dijelaskan juga kepada masyarakat agar diketahui.

Sementara itu, Staf Direktorat Pelayanan Kefarmasian Kementerian Kesehatan Elon Sirait mengatakan gerakan masyarakat cerdas menggunakan obat adalah upaya bersama dari pemerintah untuk memberdayakan masyarakat agar supaya lebih cerdas dalam menggunakan obat.

"Selama ini kita lihat banyak masalah terjadi di masyarakat yang menggunakan obat tidak rasional. Misalnya, menggunakan obat antibiotik tanpa resep dokter, penggunaan obat yang tidak sesuai dengan ketentuan karena dosisnya berlebihan, lama penggunaan obat yang tidak tepat, hal ini berpotensi menimbulkan masalah di masyarakat," ujarnya.

Bertolak dari hal-hal itu, maka Kementerian Kesehatan mencanangkan Gema Cermat agar supaya masyarakat lebih rasional dan masyarakat terhindar dari masalah-masalah akibat penggunaan obat yang salah.

Sedangkan, Ketua Panitia Pelaksana Gema Cermat Ponidin mengemukakan penggunaan obat yang rasional merupakan salah satu langkah dalam upaya pembangunan kesehatan untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang aman dan bermutu. Diperkirakan 50 jenis obat yang diresepkan dan digunakan secara tidak tepat.

Selain peresepan obat yang tidak rasional dan kurangnya informasi mengenai penggunaan obat oleh tenaga kesehatan, penggunaan obat yang tidak rasional juga dilakukan oleh masyarakat.

Juga kepatuhan dalam menggunakan obat maupun dalam upaya pengobatan sendir atau sua midikasi. Sua medikasi adalah upaya pengobatan diri yang dilakukan oleh masyarakat sebelum mendatangani fasilitas pelayanan kesehatan.

"Hal ini menyebabkan meningkatnya kasus penggunaan obat yang tidak rasional semakin tinggi. Untuk itu, dalam rangka untuk meningkatkan kesadaran, kepedulian, pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam pemilihan dan penggunaan obat secara tepat dan rasional maka peran apoteker menjadi sangat penting," ujarnya.

(IS)
KOMENTAR ANDA
TERPOPULER
Pariwisata